![]() |
Foto: Panglima Muntasir Age dan Samsul Bahri |
ACEH TIMUR | Aliansi Masyarakat, Pemuda dan Mahasiswa (MAPEMA) Aceh Timur menyatakan sikap untuk mengundur aksi demonstrasi yang rencananya digelar pada Senin, 01 September 2025.
Aksi tersebut sebelumnya ditujukan untuk menanggapi pernyataan Walikota Langsa, Jeffry Sentana, yang beberapa hari lalu di media menyebut Bupati Aceh Timur, rasa seperti “Debt Collector” terkait upaya memperjuangkan pembayaran kompensasi pengalihan Barang Milik Daerah (BMD) milik Kabupaten Aceh Timur di Kota Langsa yang jatuh tempo pada 2 September 2025.
Penanggung jawab aksi, Samsul Bahri, menjelaskan bahwa keputusan mengundur aksi ini diambil dengan pertimbangan situasi nasional yang tengah memanas. Bukan berarti Aksi dari Aliansi MAPEMA ini surut langkah.
“Gelombang isu nasional saat ini semakin bergejolak. Kami khawatir, aksi demo yang kami lakukan justru akan terkelabui dan kehilangan fokus di tengah hiruk-pikuk isu nasional,” ungkapnya.
Meski diundur, MAPEMA menegaskan tetap konsisten pada tuntutan agar Walikota Langsa, Jeffry Sentana, segera meminta maaf secara terbuka dan mencabut ucapannya.
“Ucapan ‘Debt Collector’ jelas melukai marwah Aceh Timur dan mencederai nama baik sosok pejuang aset daerah untuk kepentingan rakyat, yakni Bupati Aceh Timur yang dikenal luas sebagai ‘Bupati Rakyat’,” tegas Samsul.
Hal senada turut ditegaskan oleh Panglima Age, sapaan akrab Muntasir, AG, yang memastikan aksi ini bukan dibatalkan, melainkan hanya diundur.
“Aksi akan tetap terlaksana bila Walikota Langsa masih berpegang pada ucapannya terhadap Bupati Aceh Timur. MAPEMA tidak akan mundur dalam memperjuangkan marwah dan harga diri Aceh Timur,” ujarnya.
Dengan demikian, MAPEMA menegaskan bahwa ruang penyelesaian masih terbuka apabila Walikota Langsa segera meralat ucapannya dan menyampaikan permintaan maaf. Jika tidak, aksi besar akan tetap digelar dengan massa yang lebih luas.
(*)