![]() |
| Dr. Muhammad Dayyan, M.Ec Disela-sela Memberikan Materi |
IDI RAYEUK – Pendidikan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026 yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Timur terus menghadirkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu guna memperkuat kapasitas intelektual dan kepemimpinan para peserta. Salah satu sesi pembelajaran diisi oleh Dr. Muhammad Dayyan yang menyampaikan materi Psikologi Umum di Aula Sekretariat MPU Aceh Timur.
Kegiatan PKU yang berlangsung selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Juli 2026, merupakan program strategis MPU Aceh Timur dalam mencetak kader ulama yang tidak hanya memiliki penguasaan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga mampu memahami dinamika sosial dan perkembangan masyarakat modern.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Dayyan menjelaskan berbagai konsep dasar psikologi, meliputi perilaku manusia, proses berpikir, emosi, kepribadian, hingga pola interaksi sosial. Menurutnya, pemahaman terhadap aspek psikologis menjadi bekal penting bagi seorang ulama dalam menjalankan fungsi dakwah, pembinaan umat, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Seorang ulama tidak hanya dituntut menguasai ilmu syariat, tetapi juga perlu memahami karakter dan kondisi psikologis masyarakat agar pesan dakwah dapat disampaikan dengan bijaksana, humanis, dan efektif," ujar Dr. Muhammad Dayyan di hadapan peserta PKU.
Suasana pembelajaran berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, aktif berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penerapan ilmu psikologi dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas dakwah di tengah masyarakat yang semakin kompleks.
Sementara itu, Ketua MPU Kabupaten Aceh Timur, Tgk. M. Thahir, M.D., mengatakan bahwa pelaksanaan Pendidikan Kader Ulama merupakan salah satu program prioritas MPU dalam mempersiapkan regenerasi ulama yang memiliki kapasitas keilmuan, integritas, serta kepemimpinan yang kuat.
Menurutnya, target utama PKU bukan hanya melahirkan ulama yang menguasai ilmu agama, tetapi juga sosok yang mampu menjadi pembimbing umat, menjawab berbagai persoalan kontemporer, serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat.
"Melalui Pendidikan Kader Ulama ini, kami menargetkan lahirnya generasi ulama yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki wawasan yang luas, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Mereka diharapkan menjadi mitra pemerintah dan pengayom masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang damai, moderat, dan bermartabat di Aceh Timur," ujar Tgk. M. Thahir, M.D.
Ia menambahkan, materi yang diberikan selama pelaksanaan PKU sengaja disusun secara komprehensif dengan menghadirkan para akademisi, ulama, dan praktisi dari berbagai bidang ilmu. Langkah tersebut dilakukan agar para peserta memperoleh bekal yang utuh, baik dari aspek keislaman maupun ilmu pengetahuan pendukung yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Pendidikan Kader Ulama MPU Aceh Timur dirancang dengan pendekatan multidisipliner. Selain memperkuat kompetensi keislaman, program ini juga membekali peserta dengan wawasan psikologi, sosial kemasyarakatan, kepemimpinan, serta kemampuan komunikasi yang diharapkan mampu menunjang peran ulama sebagai pembimbing dan pengayom masyarakat.
Melalui rangkaian pembelajaran selama 18 hari tersebut, MPU Aceh Timur berharap para peserta mampu menjadi kader ulama yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan solusi keagamaan yang menyejukkan dan berorientasi pada kemaslahatan umat.


