-->

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Indeks Berita

Al Zahrah Awards 2026: Malam Puncak Apresiasi Santri dan Guru Berprestasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | Rabu, Agustus 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-05T04:24:29Z
Foto.Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag.,bersama santri dan guru peraih Al Zahrah Awards (Mj)


Generasiaceh.com.,_BIREUEN_AulaPesantren Modern Al Zahrah Sabtu malam (1/8/2026) lalu tampak berbeda dari biasanya. Lampu sengaja diredupkan. Barisan kursi penuh sesak oleh tamu undangan, wali santri, para guru, dan seluruh santri. Di depan panggung, deretan plakat akrilik dan piala tertata rapi, masing-masing bertuliskan nama para peraih prestasi.


Malam itu menjadi sejarah. Untuk pertama kalinya, pesantren menggelar _Al Zahrah Awards_ — malam puncak sebagai bentuk merawat semangat belajar yang telah berlangsung selama setahun penuh.


Acara dimulai pukul 21.00 WIB. Tarian Ranup Lampuan dari santri putri kelas 2 KMI menyambut para tamu di kursi kehormatan. Acara resmi kemudian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sulhan Ariska, dan dipandu oleh dua MC, Intan Aliya Yuskar dan Nanda Rezeki.


Apresiasi, Bukan Sekadar Seremoni


Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., menegaskan bahwa penghargaan ini jauh dari sekadar formalitas.


"Pemberian Al Zahrah Awards merupakan bentuk apresiasi dan upaya merawat semangat juang para santri dalam belajar, serta bersaing baik di tingkat provinsi maupun nasional," ujarnya.


Ia menambahkan, ada begitu banyak prestasi yang telah ditorehkan santri dan guru Al Zahrah, baik di bidang akademik maupun non-akademik.


"Bagi kami, prestasi tidak boleh berhenti pada angka. Ia harus diingat, dirayakan, lalu dijadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Oleh karena itu, pesantren patut mengapresiasi semua pihak yang telah mengharumkan nama pesantren," tambah Tgk. Fadhil.


Senada, Asisten III bidang Administrasi Umum Kabupaten Bireuen, Zamzami, S.Pd., M.M., yang hadir mewakili pemerintah daerah, juga menekankan pentingnya apresiasi. 


"Apresiasi penting untuk memberikan penghormatan atas pencapaian yang telah diraih. Sekurang-kurangnya, kita juga bisa mengapresiasi diri sendiri melalui hal-hal sederhana," katanya. 

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dari pengembangan diri santri dan guru sebagai penggerak pendidikan.


Dari Ruang Kelas Hingga Panggung Nasional


Malam itu giliran nama-nama disebut satu per satu. Penghargaan diberikan kepada santri dan guru yang menorehkan prestasi sepanjang tahun ajaran 2025/2026 di bidang literasi, olahraga, seni, sains, bahasa, dan public speaking. Cakupannya meliputi tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.


Acara semakin meriah saat penghargaan diserahkan kepada 44 santri peraih peringkat kelas, 12 santri berprestasi hafalan mufradat, 8 kelompok juara _la’bu sighar_, 7 kelompok juara ketangkasan baris berbaris, dan 19 santri berprestasi di luar pesantren.


Selain santri, 11 guru juga naik ke panggung untuk menerima plakat akrilik. Bagi pesantren, guru bukan hanya pengajar. Mereka adalah motor penggerak dan teladan.


Kesebelas guru penerima Al Zahrah Awards 2026 adalah: Jumiati, S.Pd; Zuhera, S.Pd; Fitri Gustika, S.Pd; Faizah, S.Pd; Nani Andriani, S.Pd; Juarnida, S.Pd; Rauzatul Jannah, S.Pd; Munawar, S.Pd; Raudhatul Jannah, S.Pd; Nuramalia Jafar, S.Pd; dan Ikhwan Ramadhana, M.Ag.


Beasiswa untuk Juara Umum


Dalam malam apresiasi tersebut, pesantren juga memberikan penghargaan khusus kepada dua santri dengan nilai tertinggi pada semester dua. Mereka adalah Muhammad Luthfi dengan nilai rata-rata 8,53 dan Aufaturrima dengan nilai rata-rata 8,29. Keduanya berhak menerima beasiswa berupa pembebasan iuran bulanan selama tiga bulan.


Acara berlangsung hingga penghujung malam. Turut hadir Kadis Pendidikan Dayah Bireuen Anwar, S.Ag., M.A.P., Anggota DPRK Bireuen Sufyannur, S.E., Kadis Syariat Islam Kabupaten Bireuen Munawar, SKM., M.Kes., para orang tua santri, dan seluruh majelis guru.


Di akhir malam, piala dan plakat-plakat itu dibawa pulang oleh para santri dan guru. Menjadi bukti bahwa cita-cita, perjuangan, dan prestasi adalah buah dari proses, bukan kebetulan belaka.(Mj)

REMIX MUSIK KHAS ACEH

×
Berita Terbaru Update