![]() |
| Foto.Sandi Aulia saat di Aula Hotel Hijrah, Ingin Jaya, Aceh Besar.(Mj) |
Generasiaceh.Com.,ACEH BESAR_Sandi Aulia tiba di Aula Hotel Hijrah, Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat, 28 Agustus 2026. Sehari berselang, Sabtu, 29 Agustus 2026, santri Pesantren Modern Al Zahrah itu duduk bersama peserta terbaik Tsanawiyah se-Aceh pada Olimpiade Bahasa Arab atau OBA ke-9 Tingkat Provinsi Aceh 2026.
Bagi Sandi, ini bukan lomba pertama. Ia adalah peserta terpilih yang mewakili Kabupaten Bireuen. Tiket ke provinsi ia raih setelah lolos seleksi Kabupaten Bireuen pada Mei hingga Juli 2026 dengan skor 67.
Di Aceh Besar, Sandi tidak sendiri. Dua ustazah pendamping dari Al Zahrah, Ustazah Jumiati dan Ustazah Intan Aliya Yuskar, setia mendampinginya dari awal hingga akhir lomba.
OBA ke-9 ini bukan sekadar kompetisi. Ajang ini menjadi pintu untuk menjaring duta Provinsi Aceh ke tingkat nasional. Di sela lomba, para guru Bahasa Arab se-Aceh juga berkumpul dalam Forum Pertemuan Guru Bahasa Arab.
*Bahasa Al-Qur'an Jadi Penyemangat*
Bagi Sandi, Bahasa Arab lebih dari sekadar mata pelajaran. Ia menjalaninya karena cinta pada Al-Qur'an.
"Motivasi saya belajar Bahasa Arab karena ini bahasa Al-Qur'an," ujar Sandi, santri kelahiran 11 Juni 2011.
Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Junaida dan Ishak IB itu termasuk multi talenta. Faktanya, ia juga aktif di pencak silat. Pernah mewakili Pesantren Al Zahrah pada ajang Pencak Silat Misbahul Ulum atau Persimu Cup 2026, meskipun tidak juara, Sandi kembali mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Gayo Highland Tapak Suci Championship I se-Aceh Tahun 2025.
Di pesantren, namanya sudah tidak asing. Deretan prestasi pernah ia raih: Juara 3 Mufradat semester 2 tahun 2024, Juara 2 Mufradat tahun 2025, Peringkat 3 kelas 1 semester 1 tahun 2024, Peringkat 1 kelas 1 semester 2 tahun 2024, hingga Juara Harapan 1 OBA tingkat Kabupaten Bireuen.
Di luar kelas, Sandi juga aktif. Hobinya bermain voli. Dan di dalam hatinya ada satu cita-cita besar: menjadi polisi.
Di sela-sela berlangsungnya OBA ke-9, pimpinan Pesantren Al Zahrah, Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag. hadir membersamai.
"Tetap semangat, terus percaya diri, ini adalah pengalaman berharga bagi santri kami," ungkapnya.
Dengan membawa nama Bireuen, Sandi kini mengharumkan juga nama Pesantren Modern Al Zahrah di kancah provinsi. Semoga langkahnya menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya. Semoga sukses(Mj)


