![]() |
| Foto.Tiga santri yaitu Arya Bagus Witantri, Fathul Anshari dan Raffi Maulana di-peusijuek (tepung tawar) secara adat.(Mj) |
Generasiaceh.com.,BIREUEN – Pesantren Modern Al Zahrah (PMA) Bireuen menggelar perayaan Maulid Akbar Nabi Muhammad saw di lingkungan pesantren, Beunyot, Kecamatan Juli, Bireuen, Kamis (29/10/2026). Acara tersebut sekaligus menjadi momentum pelepasan tiga alumni penerima beasiswa S1 Universitas Al-Azhar Mesir dan santunan anak yatim di sekitar pesantren.
Tiga santri tersebut yaitu Arya Bagus Witantri, Fathul Anshari dan Raffi Maulana di-peusijuek (tepung tawar) secara adat dan dijadwalkan berangkat ke Kairo melalui Banda Aceh, Jumat, 30 Oktober 2026.
Pimpinan PMA Dr. Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M. Ag. mengatakan program beasiswa luar negeri akan menjadi agenda rutin pesantren.
"Insyaallah tiap tahun dan selanjutnya akan terus berlanjut beasiswa minimal dua santri," ujar Tgk. Fadhil.
Tidak hanya memfasilitasi beasiswa, pihaknya menargetkan alumni yang bersangkutan dapat kembali dan mengabdi di Al Zahrah setelah menyelesaikan studi di Al-Azhar.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen Dr. H. Zulkifli, S. Ag., M. Pd. mengapresiasi langkah yayasan. Ia menilai beasiswa ke Mesir merupakan kesempatan emas bagi santri.
"Terima kasih kepada Pak Haji Subarni yang telah memberikan beasiswa kepada santri berprestasi ke Mesir," katanya.
Sementara itu, di hadapan ratusan santri Ketua Pembina Yayasan Al Zahrah H. Subarni A. Gani berkomitmen dan terus mendorong para santri yang serius ingin melanjutkan studi, baik dalam maupun luar negeri, akan difasilitasi oleh yayasan.
"Tahun depan, santri yang lulus di ITB, UGM, dan UI akan diberikan beasiswa oleh yayasan melalui pesantren," sebut tokoh masyarakat Bireuen itu.
Kegiatan Maulid turut diisi tausiah oleh Syaikh Aiyub Al-Jazairy. Tausiah Maulid disampaikan oleh Syaikh Aiyub Al-Jazairy atau akrab disapa Syaikh Al Zahrah yang menyampaikan tentang praktik baik dalam memperingati hari kelahiran Baginda Rasulullah Muhammad saw.
Syaikh Al Zahrah mengutip hadis Nabi yaitu:
"Barang siapa yang merintis (memberi contoh atau memulai) suatu sunah (jalan atau tradisi) yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala mereka. Dan barang siapa yang merintis sunah yang buruk dalam Islam, maka ia menanggung dosanya dan dosa orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa dikurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka." (HR Muslem).
Acara berlangsung lancar dan semarak sejak pukul 09.00 WIB diakhiri dengan makan siang bersama, turut dihadiri Ketua MPU Bireuen Tgk. Syarifuddin Muhammad, perwakilan Danyon, Imam Mukim, Kepala KUA Juli, dan tokoh masyarakat sekitar.(Mj)


